<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>welcome s'muanya!!!!!!!!!!!</title>
	<atom:link href="http://yoshitika.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yoshitika.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Sep 2008 05:06:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yoshitika.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>welcome s'muanya!!!!!!!!!!!</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yoshitika.wordpress.com/osd.xml" title="welcome s&#039;muanya!!!!!!!!!!!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yoshitika.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MotIvAsI_IsLaM!!!</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/09/25/motivasi_islam/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/09/25/motivasi_islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 05:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoshitika.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kedip mataku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini. Banyak orang melihat, tetapi buta. Setiap tarikan napasku Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini. Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau. Setiap suara yang kudengar Ya Allah, Aku bersyukur atas nikmat ini. Banyak orang mendengar, tetapi tuli. Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=23&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kedip mataku Ya Allah,<br />
Aku bersyukur atas nikmat ini.<br />
Banyak orang melihat, tetapi buta.</p>
<p>Setiap tarikan napasku Ya Allah,<br />
Aku bersyukur atas nikmat ini.<br />
Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.</p>
<p>Setiap suara yang kudengar Ya Allah,<br />
Aku bersyukur atas nikmat ini.<br />
Banyak orang mendengar, tetapi tuli.</p>
<p>Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah,<br />
Aku bersyukur atas nikmat ini.<br />
Banyak orang merasa, tetapi kebal.</p>
<p>Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah,<br />
Aku bersyukur atas nikmat ini.<br />
Banyak orang hidup, tetapi mati.</p>
<p>Akhirnya Ya Allah,<br />
Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku,<br />
Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=23&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/09/25/motivasi_islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Dari Gerakan Shalat</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/makna-dari-gerakan-shalat/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/makna-dari-gerakan-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 09:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoshitika.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[RAHASIA BESAR DIBALIK IBADAH SHALAT Maret 1, 2007 pada 10:25 am (lembar jumat) “Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut [29]: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=19&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="posttitle"><a title="Taut Tetap ke RAHASIA BESAR DIBALIK IBADAH SHALAT" rel="bookmark" href="http://alrasikh.wordpress.com/2007/03/01/rahasia-besar-dibalik-ibadah-shalat/"><span style="color:#b26a16;">RAHASIA BESAR DIBALIK IBADAH SHALAT</span></a></h2>
<p class="postdate">Maret 1, 2007 pada 10:25 am (<a title="Lihat seluruh tulisan dalam lembar jumat" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/lembar-jumat/"><span style="color:#c86c00;">lembar jumat</span></a>)</p>
<div class="postentry">
<div class="snap_preview">
<p><!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span style="font-size:small;"><em>Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</em> (QS. Al-Ankabut [29]: 45)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Ayat di atas begitu eksplisit menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang muslim. Pengaruh shalat memang tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menggeneralisasi dan menghukumi kepribadian semua orang. Tetapi, paling tidak dalam ayat ini Allah menjelaskan sikap seorang manusia dari sudut pandang karakter dan watak/ tabiat yang dibawanya. Shalat itu membersihkan jiwa, menyucikannya, mengkondisikan seorang hamba untuk munajat kepada Allah Swt di dunia dan taqarrub dengan-Nya di akhirat. (Jabir Al-Jazairi, 2004: 298).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Shalat sebagai salah satu bagian penting ibadah dalam Islam sebagaimana bangunan ibadah yang lain juga memiliki banyak keistimewaan. Ia tidak hanya memiliki hikmah spesifik dalam setiap gerakan dan rukunnya, namun secara umum shalat juga memiliki pengaruh drastis terhadap perkembangan kepribadian seorang muslim. Tentu saja hal itu tidak serta merta dan langsung kita dapatkan dengan instan dalam pelaksanaan shalat. Manfaatnya tanpa terasa dan secara gradual akan masuk dalam diri muslim yang taat melaksanakannya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Shalat merupakan media komunikasi antara sang Khlalik dan seorang hamba. Media komunikasi ini sekaligus sebagai media untuk senantiasa mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat. Selain itu, shalat bisa menjadi media untuk mengungkapkan apapun yang dirasakan seorang hamba. Dalam psikologi dikenal istilah katarsis, secara sederhana berarti mencurahkan segala apa yang terpendam dalam diri, positif maupun negatif. Maka, shalat bisa menjadi media katarsis yang akan membuat seseorang menjadi tentram hatinya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><strong>Keterkaitan Shalat dan Akhlak</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Shalat sebagai tiang agama, penyangga bangunan megah lagi perkasa. Ia sebagai cahaya terang keyakinan, obat pelipur ragam penyakit di dalam dada dan pengendali segala problem yang membelenggu langkah-langkah kehidupan manusia. Oleh karenanya, shalat dapat mencegah perilaku keji dan munkar, menjauhkan hawa nafsu yang condong pada kejelekan untuk mencampakkannya sejauh mungkin (Asykuri, tt:137)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Ibadah Shalat yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam adalah bangunan megah indah yang memiliki sejuta ruang yang menampung semua inspirasi dan aspirasi serta ekspresi positif seseorang untuk berperilaku baik, karena perbuatan dan perkataan yang terkandung dalam shalat banyak mengandung hikmah, yang diantaranya menuntut kepada mushalli untuk meninggalkan perbuatan keji dan mungkar. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Sayangnya shalat sering dipandang hanya dalam bentuk formal ritual, mulai dari takbir, ruku’, sujud, dan salam. Sebuah kombinasi gerakan fisik yang terkait dengan tatanan fikih, tanpa ada kemuan yang mendalam atau keinginan untuk memahami hakikat yang terkandung di dalam simbol-simbol shalat. Berikut ini adalah nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam proses menjalankan ibadah shalat.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;"><em>Pertama,</em> latihan kedisiplinan. Waktu pelaksanaan shalat sudah ditentukan sehingga kita tidak boleh seenaknya mengganti, memajukan ataupun mengundurkan waktu pelaksanaannya, yang akan mengakibatkan batalnya shalat kita. Hal ini melatih kita untuk berdisiplin dan sekaligus menghargai waktu. Dengan senantiasa menjaga keteraturan ibadah dengan sunguh-sungguh, manusia akan terlatih untuk berdisiplin terhadap waktu (Toto Tasmara, 2001: 81). Dari segi banyaknya aturan dalam shalat seperti syarat sahnya, tata cara pelaksanaannya maupun hal-hal yang dilarang ketika shalat, batasan-batasan ini juga melatih kedisiplinan manusia untuk taat pada peraturan, tidak “<em>semau gue</em>” ataupun menuruti keinginan pribadi semata.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;"><em>Kedua</em>, latihan kebersihan, sebelum shalat, seseorang disyaratkan untuk mensycikan dirinya terlebih dahulu, yaitu dengan berwudlu atau bertayammum. Hal ini mengandung pengertian bahwa shalat hanya boleh dikerjakan oleh orang yang suci dari segala bentuk najis dan kotoran sehingga kita diharapkan selalu berlaku bersih dan suci. Di sini, kebersihan yang dituntut bukanlah secara fisik semata, akan tetapi meliputi aspek non-fisik sehingga diharapkan orang yang terbiasa melakukan shalat akan bersih secara lahir maupun batin.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;"><em>Ketiga</em>, latihan konsentrasi. Shalat melibatkan aktivitas lisan, badan, dan pikiran secara bersamaan dalam rangka menghadap ilahi. Ketika lisan mengucapkan Allahu Akbar, secara serentak tangan diangkat ke atas sebagai lambang memuliakan dan membesarkan, dan bersamaan dengan itu pula di dalam pikiran diniatkan akan shalat. Pada saat itu, semua hubungan diputuskan dengan dunia luar sendiri. Semua hal dipandang tidak ada kecuali hanya dirinya dan Allah, yang sedang disembah. Pemusatan seperti ini, yang dikerjakan secara rutin sehari lima sekali, melatih kemampuan konsentrasi pada manusia. Konsentrasi, dalam bahasa Arab disebut dengan khusyu’, dituntut untuk dapat dilakukan oleh pelaku shalat. Kekhusyukan ini sering disamakan dengan proses meditasi. Meditasi yang sering dilakukan oleh manusia dipercaya dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi dan mengurangi kecemasan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;"><em>Keempat,</em><strong> </strong>latihan sugesti kebaikan. Bacaan-bacaan di dalam shalat adalah kata-kata baik yang banyak mengandung pujian sekaligus doa kepada Allah. Memuji Allah artinya mengakui kelemahan kita sebagai manusia, sehingga melatih kita untuk senantiasa menjadi orang yang rendah hati, dan tidak sombong. Berdoa, selain bermakna nilai kerendahan hati, sekaligus juga dapat menumbuhkan sikap optimis dalam kehidupan. Ditinjau dari teori <em>hypnosis</em> yang menjadi landasan dari salah satu teknik terapi kejiwaan, pengucapan kata-kata (bacaan shalat) merupakan suatu proses auto sugesti, yang membuat si pelaku selalu berusaha mewujudkan apa yang telah diucapkannya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;"><em>Kelima</em>, latihan kebersamaan. Dalam mengerjakan shalat sangat disarankan untuk melakukannya secara berjamaah (bersama orang lain). Dari sisi pahala, berdasarkan hadits nabi SAW jauh lebih besar bila dibandingkan dengan shalat sendiri-sendiri. Dari sisi psikologis, shalat berjamaah bisa memberikan aspek terapi yang sangat hebat manfaatnya, baik bersifat preventif maupun kuratif. Dengan shalat berjamaah, seseorang dapat menghindarkan diri dari gangguan kejiwaan seperti gejala keterasingan diri. Dengan shalat berjamaah, seseorang merasa adanya kebersamaan dalam hal nasib, kedudukan, rasa derita dan senang. Tidak ada lagi perbedaan antar individu berdasarkan pangkat, kedudukan, jabatan, dan lain-lain di dalam pelaksanaan shalat berjamaah. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:small;"><strong>Gambaran Kehidupan</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Dalam gerakan shalat, kita bisa menemukan isyarat dari simbol-simbol yang terkandung dalam shalat, yaitu filsafat gerak. Seorang pribadi muslim harus bergerak, harus dinamis, karena tidak selamanya hidup ini akan <em>qiyam</em> (berdiri diam), perlambang kejayaan (dewasa). Suatu saat kita kita harus ruku’ (umur setengah baya), kemudian bersujud (umur pun mulai uzur). Sebaliknya, ada shalat tanpa gerak, dia berdiri kemudian salam. Itulah shalat mayit. Ini seakan memberikan isyarat bahwa pribadi yang statis, tidak ada kreativitas gerak, sesungguhnya sedang berada dalam kematian. (al-Muthawi’, 2001: 87). <em>“Static condition means death,”</em> kata Muhammad Iqbal. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:x-small;"><strong>Membudayakan Shalat Aktual</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Sesungguhnya, shalat yang kita dirikan itu pada hakikatnya merupakan samudera mutiara yang mencerdaskan ruhani. Shalat menunjukkan sikap batiniyah untuk mendapatkan kekuatan, kepercayaan diri, serta keberanian untuk tegak berdiri menapaki kehidupan dunia nyata melalui perilaku yang jelas, terarah, dan memberikan pengaruh pada lingkungan. Bagi orang yang memahami makna sholat, sesungguhnya dia akan mengejar waktu amanat tersebut, karena dengan shalat, dia mempunyai kekuatan untuk hidup melaksanakan amanat Allah.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;">Sholat bukan hanya sekedar ritual formal, melainkan ada muatan aktual, yaitu bukti nyata yang dirasakan. Alangkah naifnya seseorang yang shalat, tetapi bibirnya penuh ucapan kebohongan. Alangkah tak berharganya makna shalat apabila tidak memberikan imbas untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan menjauhi yang mungkar. Bila kita memberikan santunan kepada orang miskin, memperhatikan masa depan anak yatim dan derajat kaum lemah, sesungguhnya kita telah melengkapi sholat kita dari bentuk yang formal menjadi aktual, dari sikap perihatin menjadi perilaku. Inilah yang dimaksudkan dengan sholat <em>kaffah, </em>. Muatan moral yang dipresentasikan oleh shalat membekas di kalbu dan membentuk kecerdasan rohani yang sangat tajam yang kemudian melahirkan amal saleh, mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.5in;" align="justify"><span style="font-size:small;"><em>Allahu’alam</em></span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoshitika.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoshitika.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=19&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/makna-dari-gerakan-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja Keras</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/kerja-keras/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/kerja-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 08:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoshitika.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[  Kita mungkin sering membaca cerita-cerita atau melihat film petualangan yang menceritakan bahwa di beberapa tempat tertentu terdapat harta karun, namun di atas harta karun itu terdapat ular yang besar dan banyak. Harta karun itu tidak bisa diraih sebelum kita berhasil melangkahi (membunuh) ular-ular itu.   Terlepas dari benar/tidak atau percaya/tidaknya kita terhadap cerita itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=18&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-body">
<div><a href="http://bp3.blogger.com/_8kkrp9i0lzA/Rvc5qnBESpI/AAAAAAAAAOU/W2tbvJQ5IZE/s1600-h/workhard.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp3.blogger.com/_8kkrp9i0lzA/Rvc5qnBESpI/AAAAAAAAAOU/W2tbvJQ5IZE/s320/workhard.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Kita mungkin sering membaca cerita-cerita atau melihat film petualangan yang menceritakan bahwa di beberapa tempat tertentu terdapat harta karun, namun di atas harta karun itu terdapat ular yang besar dan banyak. Harta karun itu tidak bisa diraih sebelum kita berhasil melangkahi (membunuh) ular-ular itu.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span>Terlepas dari benar/tidak atau percaya/tidaknya kita terhadap cerita itu, mungkin kita bisa menarik sebuah hikmah darinya. Bahwa kalau kita ibaratkan harta karun itu adalah sebuah kesuksesan atau kecermelangan, dan Ular-ular itu sebagai kesulitan-kesulitan dan rintangan yang mesti dihadapi, maka paling tidak kita dapat membenarkan cerita itu dari esensinya bahwa untuk mencapai kesuksesan kita mesti melalui kesulitan demi kesulitan yang mesti dihadapi dan ditaklukkan. Orang yang berhasil mengatasi rintangan-rintangan itu, maka dia akan mendapatkan kesuksesan itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kalau kita melihat kisah-kisah para tokoh yang sukses di bidangnya masing-masing, memang kita akan medapati bahwa mereka meraihnya dengan kerja keras, bukan hasil sebuah kebetulan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Edison berkata, “tiada satupun dari temuan-temuan saya merupakan hasil dari kebetulan. Ketika saya yakin bahwa sebuah usaha dapat memberikan hasil, maka saya arahkan diri saya ke usaha itu dan saya terus melakukan penelitian hingga saya berhasil.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Newton berkata, ”Bila saya telah sampai pada suatu tempat, itu disebabkan usaha dan upaya saya (bukan kebetulan)”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Alexander Hamilton, si genius di zamannya, ”Orang-orang mengatakan, ’Anda seorang genius’. Aku tidak tahu tentang kegeniusanku. Yang kutahu, aku adalah orang yang bekerja keras.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Napoleon, setiap harinya tidur hanya lima jam dan sisanya ia sibuk bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sang genius timur, Ibnu Sina, adalah seorang yang penuh dengan kerja dan kajian. Karya-karya nya adalah warisan dan bukti kerja keras nya yang tak kenal lelah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ibnu Rusyd, seorang ilmuwan Islam, dikenal lewat karyanya. Ia tidak pernah mengisi usianya meskipun sehari tanpa kajian dan renungan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Salah seorang ilmuwan mengatakan, ”Aku bisa seperti ini karena usahaku (kerja keras). Sepanjang hidupku, tidak pernah aku memakan sesuap makan tanpa usaha dan kerja keras.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Suatu ketika Rasulullah SAW melihat seorang pekerja yang tangannya kapalan. Beliau mengangkat tangan pekerja itu seraya berkata, ”Api neraka tidak akan membakar tangan ini. Inilah tangan yang disukai Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hidup dari jerih payahnya sendiri, niscaya Allah melihatnya dengan pandangan rahmat (kasih sayang).”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Seorang ahli ibadah menghadap Rasulullah SAW lalu menceritakan bahwa ia telah menghabiskan segenap masanya dengan ibadah. Mengenai kebutuhan hidup, saudaranyalah yang menanggung semua. Mendengar ceritanya, Rasulullah SAW bersabda, ”Saudaranya yang telah menanggung semua kebutuhan keluarga dia lebih dekat kepada Allah dan dianggap lebih ahli ibadah daripada dia.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Di masjid Kufah, Imam Ali bin Abi Thalib melihat suatu kelompok yang hanya duduk di sebuah ruang (menyepi). Lalu beliau bertanya ihwal mereka. Orang-orang pun menjawab, ”Mereka adalah <em>Rijalul haq</em> (orang-orang ahli kebenaran); bila ada orang yang memberi makanan kepada mereka, mereka memakannya. Namun bila tak ada seorang pun yang memberikan makanan, mereka bersabar.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kemudian Imam Ali berkata, ”Anjing-anjing di pasar Kufah juga melakukan hal yang sama. Jika ada tulang, mereka makan, dan jika tidak ada, mereka bersabar”. Setelah itu beliau meminta agar kelompok <em>Rijalul haq</em> bubar dan agar setiap orang dari mereka menyelesaikan urusannya masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Orang-orang besar di dunia ini, untuk melangsungkan hidup, mereka tidak malu melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ketika Plato melancong ke Mesir, ia memenuhi kebutuhan-kebutuhan perjalanannya dengan menjual minyak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Line, ahli botani, dikenal sebagai tukang sol sepatu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Imam Ali menggarap kebun dengan tangan beliau sendiri, lalu beliau serahkan hasil dari perkebunan itu kepada orang-orang miskin. Dengan tenaganya sendiri beliau membuat banyak saluran (air) di lorong dan pinggir kota. Ketika bekerja beliau sama sekali tidak peduli dengan peluh yang mengucur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Rasulullah SAW mengutuk orang yang menjadi benalu bagi masyarakat, menurut beliau, orang seperti itu jauh dari rahmat Allah SWT. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Imam Muhammad al-Baqir selalu pergi ke sawah dan kebun meskipun cuaca panas. Dalam kondisi berkeringat, beliau membagi tugas kepada para pekerja. Pada saat yang sama beliau juga menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan lain. Ketika beliau ditanya oleh salah seorang sahabat, Muhammad Munkadir, yang menganggap bekerja demikian bukanlah suatu keniscayaan bagi seorang pribadi seperti Imam Muhammad al-Baqir, beliau menjawab, ”Kerja dan usaha adalah sebuah ibadah. Dengan kerja dan usaha, aku hendak memandikan diri dan keluargaku darimu dan orang lain.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lembaran alam dan tatanan ciptaan menjadi saksi bahwa keberhasilan setiap manusia bergantung pada efektifitas dan usahanya. Selama ratusan aksi dan reaksi kimiawi tidak muncul dalam satu tunas, maka tidak mungkin menjadi sebuah pohon yang berbuah. Setiap manusia mesti memahami hakikat ini, kelangsungan kehidupan bergantung pada tindakan dan usaha</span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoshitika.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoshitika.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=18&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/kerja-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_8kkrp9i0lzA/Rvc5qnBESpI/AAAAAAAAAOU/W2tbvJQ5IZE/s320/workhard.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>O&#8217; MuHammadku&#8230;</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/o-muhammadku/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/o-muhammadku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 08:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoshitika.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Jika adalah rindu yang tak lepas Adalah rinduku naik kapal Nabi Nuh Jika adalah rinduku yang tertahan Adalah rinduku memegang tongkat Nabi Musa Dari seribu kerinduan Berapakah kiranya yang dikau berikan? Dari sepuluh kerinduan Berilah rindu yang amat bersangatan Jika adalah rindu yang tak lepas Adalah rinduku terhadap Nabi Ayyub Jika adalah rindu yang tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=17&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika adalah rindu yang tak lepas<br />
Adalah rinduku naik kapal Nabi Nuh<br />
Jika adalah rinduku yang tertahan<br />
Adalah rinduku memegang tongkat Nabi Musa</p>
<p>Dari seribu kerinduan<br />
Berapakah kiranya yang dikau berikan?<br />
Dari sepuluh kerinduan<br />
Berilah rindu yang amat bersangatan</p>
<p>Jika adalah rindu yang tak lepas<br />
Adalah rinduku terhadap Nabi Ayyub<br />
Jika adalah rindu yang tak tertahan<br />
Rinduku mendengar merdu Nabi Daud<br />
<span class="fullpost"></p>
<p>Jika adalah rindu yang tak lepas<br />
Adalah rindu bersalam Nabi Khidir<br />
Jika adalah rindu yang bersangatan<br />
Adalah rinduku syafaat Nabi Muhammad</p>
<p>Aku merindukanmu, O’ Muhammadku!!!</p>
<p>Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah<br />
Menatap mataku yang tak berdaya<br />
Sementara tangan-tangan perkasa<br />
Terus mempermainkan kelemahan</p>
<p>Air mataku pun mengalir mengikuti panjang jalan<br />
Mencari-cari tangan lembut wibawamu&#8230;</p>
<p>Dari dada-dada tipis papan<br />
Terus kudengar suara serutan<br />
Derita mengiris berkepanjangan<br />
Dan kepongahan tingkah meningkah<br />
Telingaku pun kutelengkan<br />
Berharap sesekali mendengar<br />
Merdu menghibur suaramu<br />
Aku merindukanmu, O’ Muhammadku…</p>
<p>Ribuan tangan gurita keserakahan<br />
Menjulur ke sana kemari<br />
Mencari mangsa memakan kurban<br />
Melilit bumi meretas harapan<br />
Aku pun dengan sisa-sisa suaraku<br />
Mencoba memanggil-manggilmu,<br />
O’ Muhammadku, O’ Muhammadku&#8230;</p>
<p>Dimana-mana sesama saudara<br />
Saling cakar berebut benar<br />
Sambil terus berbuat kesalahan<br />
Quran dan sabdamu hanyalah kendaraan<br />
Masing-masing mereka yang berkepentingan<br />
Aku pun meninggalkan mereka<br />
Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku&#8230;</p>
<p>Aku merindukanmu, O’ Muhammadku&#8230;<br />
Sekian banyak Abu Jahal Abu Lahab<br />
Menitis ke sekian banyak ummatmu<br />
O’ Muhammadku, shalawat dan salam bagimu</p>
<p>Bagaimana melawan gelombang kebodohan<br />
Dan kecongkakan yang telah tergayakan?<br />
Bagaimana memerangi umat sendiri?<br />
O’ Muhammadku<br />
Aku merindukanmu, O’ Muhammadku<br />
Aku sungguh merindukanmu&#8230;<br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoshitika.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoshitika.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=17&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/o-muhammadku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Berinteraksi dengan Al-Qur’an (3): Al-Qur’an di Mata Para Tabi’in</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/kiat-sukses-berinteraksi-dengan-al-qur%e2%80%99an-3-al-qur%e2%80%99an-di-mata-para-tabi%e2%80%99in/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/kiat-sukses-berinteraksi-dengan-al-qur%e2%80%99an-3-al-qur%e2%80%99an-di-mata-para-tabi%e2%80%99in/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 05:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoshitika.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[  Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik umatku adalah yang hidup pada kurun sahabatku, kemudian setelah kurun mereka (tabiin), kemudian setelah kurun mereka (tabiit tabiin)…” (HR. Al-Haris bin Abi Usamah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya). Secara praktek memang hampir sulit membedakan antara dua masa salafus shalih, masa sahabat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=16&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="width:385px;height:317px;" src="http://www.al-ikhwan.net/wp-content/uploads/2008/04/1024x768-8.jpg" alt="1024x768-8.jpg" width="385" height="317" /></p>
<p> </p>
<p>Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: <em>“Sebaik-baik umatku adalah yang hidup pada kurun sahabatku, kemudian setelah kurun mereka (tabiin), kemudian setelah kurun mereka (tabiit tabiin)…”</em> (HR. Al-Haris bin Abi Usamah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya).</p>
<p>Secara praktek memang hampir sulit membedakan antara dua masa salafus shalih, masa sahabat dan masa tabi’in, karena begitu dekat jaraknya antara zaman tabi’in dengan masa nabi Muhammad saw, namun secara ilmiyah dan historis, kita dapat menemukan akan perbedaan yang detail dan gamblang antara dua periode tersebut, karena dengan meninggalnya nabi saw telah menjadi batasan secara ilmiyah akan awal masa sahabat, sehingga umat yang hidup pada masa itu dianggap bahagiaan dari masa tabi’in, terutama mereka-mereka yang menjadi murid pada sahabat, menimba ilmu dari mereka; baik ilmu Al-Quran (tafsir) ataupun Sunnah.</p>
<p>Sedangkan dari sisi sejarah juga dapat ditemukan akan perbedaan dua masa tersebut, yaitu sejak meninggalnya sahabat nabi saw. Namun dapat kita simpulkan disini bahwa masa keemasan Islam itu terdapat pada ini juga, seperti yang telah disampaikan oleh nabi dalam hadits yang tertera di atas.</p>
<p>Adapun yang dimaksud dengan tabi’in adalah orang-orang beriman yang tidak bertemu dengan Nabi Muhammad saw, akan tetapi bertemu dan belajar agama Islam dengan Sahabat-Sahabat Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Diantara para tabi’in yang terkenal pada masanya adalah mereka yang telah banyak menimba ilmu dari para sahabat. Hal itu terjadi karena semasa hidupnya para sahabat tidak tinggal diam, namun terus berdakwah menyampaikan apa yang telah didapat, dilihat dan didengar dari nabi mereka. Sehingga tidak salah kalau diantara mereka banyak mendirikan madrasah tafsir; seperti</p>
<p>1. Madrasah Mekkah yang dipimpin oleh Abdullah bin Abbas.</p>
<p>2. Madrasah Madinah yang dipimpin oleh Ubay bin Ka’ab.</p>
<p>3. Madrasah Kufah, Iraq yang dipimpin oleh Abdullah bin Mas’ud.</p>
<p>Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun tafsir, yang paling memahaminya adalah penduduk Makkah, karena mereka adalah murid dari Abdullah bin Abbas, seperti Mujahid, Atho bin Abi Rabah, Ikrimah maula Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubair, Thawus, dan ulama tabi’in lainnya. Begitupun penduduk Kufah dari murid imam Abdullah bin Mas’ud seperti Al-qamah bin Qais, Masruq, AL-Aswad bin Zaid, Murrah Al-Hamdani, ‘Amir As-Sya’bi, Al-Hasan Al-Basri dan Qatadah bin Da’amah As-sudusi serta ulama tabi’in lainnya, dan ulama penduduk Madinah, murid dari imam Ubay bin Ka’ab, seperti Zaid bin Aslam, Abdurrahman dan Abdullah bin Wahab, dan ulama tabi’in lainnya”. (Lihat Tafsir wal mufassirun: jil. 1 hal 101)</p>
<p>Dan dari tiga madrasah itulah para tabi’in menimba ilmu dari para sahabat dimana mereka tinggal, terutama ilmu yang berkaitan dengan tafsir dan hadtis nabi saw, dan mereka mendapatkan riwayat hadits nabi langsung dari lisan para sahabat, menerima penjabaran tafsir Al-Quran sehingga setelah itu mereka menjadi ulama tafsir dan hadits terkemuka. dan dari merekalah tersebar ilmu-ilmu tafsir, ilmu hadits dan ilmu-ilmu lainnya, walaupun pada masa saat itu ilmu-ilmu yang disampaikan belum dibukukan namun hanya disampaikan melalui talaqqi dan tadris saja.</p>
<p>Dan secara histori interaksi mereka terhadap Al-Quran begitu intens, sehingga dengan pemahaman mereka terhadap Al-Quran menjadikan dunia cerah dan mampu mempertahankan posisi mereka sebagai sebaik-baik zaman dan abad sebagaimana yang disabdakan oleh nabi saw sebelumnya.</p>
<p>Adapun pandangan mereka terhadap kitab Al-Quran adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Al-Fudhoil bin Iyadl berkata : “Selayaknya bagi para penghapal Al-Quran tidak membutuhkan kepada seorangpun dari penguasa dan orang yang berada dibawah mereka, namun hendaknya merekalah yang membutuhkan kepadanya”. Beliau juga berkata : “Para penghafal Al-Quran adalah para pembawa panji Islam, tidak layak bagi mereka ikut lalai bersama orang yang lalai, lupa bersama orang yang lupa, tidak sesat bersama orang yang sesat, demi mengagungkan Al-Quran…” (At-Tibyan 28-29, dan Ihya Ulumuddin : 1 : 499)</p>
<p>2. Ibrahim Al-Khowash –disebutkan namanya Ibrahim An-Nak’I- berkata : “Obat hati ada lima : membaca Al-Quran dan mentadabburkannya, mengosongkan perut, qiyamullail, memohon ampun di waktu sahur dan duduk bersama para shalihin”.</p>
<p>3. Al-A’masy berkata : “Ketika saya masuk kerumah Ibrahim (An-Nakh’I) yang sedang membaca Mushaf, namun ada seseorang meminta izin kepadanya maka belaiupun menutup mushafnya !! dan dia berkata : Tidak seorangpun saya melihat seseorang membaca Al-Quran setiap saat kecuali anda”. Dari Abu Al-‘Aliyah berkata : Saat duduk bersama sahabat Rasulullah saw maka seorang dari mereka berkata : Semalam saya membaca Al-Quran segini…, mereka berkata : ini adalah nasibmu-ganjaran- darinya”. Seakan-akan tidak ada ganjaran lain dari sisi Allah, karena meminta pujian dari manusia, karena itu dia mengambilkan upah sebagai pujian dari manusia. (At-Tibyan : 60)</p>
<p>4. Dari Thowus berkata : “Sebaik-baik manusia yang indah bacaan Al-Quran adalah yang lebih takut kepada Allah”. (Fadoil Al-Quran, Ibnu Katsir : 36)</p>
<p>5. Abu Abdurrahman bin Habib As-Sulmi Al-Kufi telah pensiun dari mengajarkan Al-Quran kepada manusia semenjak Utsman menjadi khalifah sampai musim haji tiba…mereka berkata; bahwa batas beliau mengajarkan Al-Quran selama 70 tahun”. (Fadail Al-Quran : 40)</p>
<p>6. Ad-Dhohak bin Muzahim berkata : “Tidak ada seoranpun yang belajar Al-Quran lalu dia melupakannya kecuali akan menerima dosa, karena Allah SWT berfirman : <em>“Tidak ada musibah yang menipa seseorang kecuali karena ulah mereka sendiri”.</em> (Asy-Syura : 30) karena sesungguhnya melupakan Al-Quran adalah merupakan musibah terbesar”.</p>
<p>7. Ibnu Abu Al-Jawari menyebutkan : “Saat kami datang menghadap Fudhoil bin Iyadl beliau sedang berjamaah, lalu kami berdiri di depan pintu dan tidak diizinkan masuk, akhirnya sebagian dari kami berkata : jika beliau menginginkan sesuatu maka akan kami persilahkan dari kami membaca Al-Quran ! maka kamipun memerintahkan salah seorang membaca Al-Quran lalu iapun membaca, maka muncullah suara memerintahkan kami ke dalam, maka kamipun berkata : Assalamua ‘alaika warahmatullah, beliau menjawab : Wa’alikumussalam. Kami berkata kepadany a: Bagaimana keadaan anda wahai Abu Ali, dan keadaanmu ? baliau menjawab : Berkat Allah SWT dalam keadaan sehat, dan diantara ada yang sakit, dan sesungguhnya tidak ada diantara kalian yang menimpanya dalam Islam, sungguh kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami akan kemabli ! bukan begini kami menuntut ilmu, namun kami datang kepada guru dan kami menyangka kami tidak berhak duduk bersama mereka, maka kami duduk ditempat lain dan menjadi pendengar, jika ada penjelasan terhadap suatu hadits maka kami bertanya kepada mereka pengulangannya dan kami ikat –hapal- terus, namun kalian ingin menuntut ilmu karena kebodohan, dan kalian telah menyia-nyiakan Kitabullah, seandainya kalian menerapkan Kitabullah maka kalian mendapati didalamnya Syifa –penyembuh yang ampuh- sesuai dengan keinginan kalian. Kami berkata : Kami telah belajar Al-Quran ! beliau berkata : Kalian belajar Al-Quran hanyalah sekedar kesibukan untuk menghabiskan umur kalian dan anak-anak kalian. Apa maksudnya wahai Abu Ali ? beliau berkata : kalian jangan belajar Al-Quran sampai kalian memahami I’rabnya, muhkam dari mutasyabihnya, naskh dari mansukhnya, jika kalian telah mengetahui hal tersebut maka tidak perlu kalian mendengar ucapan Fudhoil dan Ibnu uyainah”. (Al-Qurtubi : 1 : 23)</p>
<p>8. Mujahid berkata : “Makhluk yang paling dicintai Allah adalah orang yang mengamalkan apa yang telah Allah turunkan &#8211; Al-Quran-“. (Al-Qurtubi 1 : 26)</p>
<p>9. Al-Hasan Al-Basri berkata : “Demi Allah, tidak pernah Allah menurunkan ayat kecuali Dia akan cinta kepada seseorang yang mengajarkan apa yang telah diturunkan dan memahami maksud yang terkandung didalamnya”. (Ihya Ulumuddin : 1 : 1 : 499)</p>
<p>10. Abu Sulaiman Ad-Darami berkata : “Az-Zabaniyah akan lebih cepat menuju kepada para penghafal Al-Quran yang berbuat maksiat kepada Allah dari mereka ketimbang orang yang menyembah berhala…” (Ihya ulumuddin : 1 : 499)</p>
<p>11. Al-Hasan Al-Basri berkata : “Sesungguhnya kalian menjadikan Al-Quran beberapa fase, sedangkan dimalam harinya kalian jadikan satu kumpulan, kalian mengendarainya namun kalian jadikan beberapa etape..padahal umat sebelum kalian memandangnya surat-surat dari Tuhan mereka, mereka mentadabburkannya di malam hari dan mengamalkannya disiang hari”. (Al-Ihya : 1 : 500)</p>
<p>12. Malik bin Dinar berkata : “Apa yang telah Al-Quran tanamkan di dalam hati kalian wahai para penghafal Al-Quran ? sesungguhnya Al-Quran adalah seperempat orang beriman, sebagaimana hujan bagian dari seperempatnya bumi…</p>
<p>13. Qatadah berkata : “Tidak duduk seseorang belajar Al-Quran kecuali baginya penambahan dan atasnya kekurangan. Allah SWT berfirman : <em>“Dan Kami turunkan Al-Quran yang terdapat didalamnya Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang beriman dan tidak akan bertambah bagi orang-orang yang dzalim kecuali kerugian”.</em> (Al-Isra : 82)</p>
<p>14. Tsabit Al-Banani berkata : “Al-Quran direngkuh selama 20 tahun kemudian memberikan kenikmatan selama 20 tahun pula”. (Al-Ihya : 1 : 522)</p>
<p>15. Berkata Mujahid dalam menafsirkan Firman Allah : <em>“Meraka membaca Al-Quran dengan penuh kesungguhan”.</em> (Al-Baqarah : 121) Mereka mengamalkan Al-Quran dengan benar”.</p>
<p>16. Al-Hasan Al-Basri berkata : “Sesungguhnya Al-Quran dapat dibaca oleh seorang hamba dan anak kecil yang mereka tidak mengetahui cara membacanya…tidak bisa mentadabburkan Al-Quran kecuali hanya mengikuti, tidak bisa menghafal huruf-hurufnya dan batasan-batasannya…sampai salah seorang dari mereka berkata : Saya telah membaca Al-Quran seluruhnya dan tidak ada yang tertinggal satu hurufpun. Padahal demi Allah dia telah menggugurkan seluruhnya, Al-Quran tidak dia aplikasikan dalam prilaku dan amalnya..yang lainnya berkata saya telah membaca Al-Quran dengan satu nafas ! Demi Allah mereka bukanlah orang membaca Al-Quran, bukan para ulama, para pemimpin dan ahli waro, ketika muncul para huffadz seperti demikian, maka Allah tidak akan mengembangbiakkan orang seperti itu…”. (Az-Zuhd : 274)</p>
<p>17. Qatadah berkata dalam menafsirkan firman Allah : <em>“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna”.</em> (Al-Mu’minun : 3) Telah datang kepada mereka Al-Quran, demi Allah merupakan perintah dari Allah, mereka tidak pernah terjerumus dalam kebatilan, maksudnya adalah mereka berusaha menghindar dan menjauhi”. (Az-Zuhd : 276)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoshitika.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoshitika.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=16&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/05/kiat-sukses-berinteraksi-dengan-al-qur%e2%80%99an-3-al-qur%e2%80%99an-di-mata-para-tabi%e2%80%99in/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.al-ikhwan.net/wp-content/uploads/2008/04/1024x768-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1024x768-8.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BRUSCHETTA A.K.A Shrimp &amp; Onion Bruschetta</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/02/bruschetta-aka-shrimp-onion-bruschetta/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/02/bruschetta-aka-shrimp-onion-bruschetta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 04:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoshitika.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[BRUSCHETTA A.K.A Shrimp &#38; Onion Bruschetta     Siapa sih yang nggak suka ngemil? Kali ini saya punya resep cemilan yang light, gak ngenyangin (kecuali kalo makannya 20 buah, hihi). Cara membuatnya juga mudah, sekali kedip ‘ting’ langsung jadi deh.Bahan : Roti perancis (French Baguettes) yang bentuknya seperti pentungan, potong-potong dengan ketebalan kurang lebih 1cm. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=7&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="URL Berkas"><img class="alignnone size-medium wp-image-8" src="http://yoshitika.files.wordpress.com/2008/05/bruschetta.gif?w=210&#038;h=210" alt="BRUSCHETTA A.K.A Shrimp &amp; Onion Bruschetta" width="210" height="210" /></a></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" width="100%">
<tbody>
<tr align="center">
<td colspan="2">
<h1>BRUSCHETTA A.K.A Shrimp &amp; Onion Bruschetta</h1>
</td>
</tr>
<tr align="center">
<td colspan="2"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="150" valign="top"> </td>
<td class="f10" width="435" valign="top">Siapa sih yang nggak suka ngemil? Kali ini saya punya resep cemilan yang light, gak ngenyangin (kecuali kalo makannya 20 buah, hihi). Cara membuatnya juga mudah, sekali kedip ‘ting’ langsung jadi deh.<strong><span style="text-decoration:underline;">Bahan :</span></strong><br />
Roti perancis (French Baguettes) yang bentuknya seperti pentungan, potong-potong dengan ketebalan kurang lebih 1cm.<br />
Udang, dikukus atau dipanaskan di pan tanpa minyak yaa.<br />
Mayonnaise<br />
Bawang bombay, potong persegi kecil<strong><span style="text-decoration:underline;">Cara membuat :</span></strong><br />
Campur bawang Bombay dan mayo. Pokoknya asal bawang bombay sudah diselimuti mayo. Oles di atas baguettes.<br />
Taruh udang di atas mayo. Tarara….jadi deh si bruschetta. Mudah bukan? Selamat mencoba.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"> </td>
<td class="f10" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"> </td>
<td class="f10" valign="top"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoshitika.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoshitika.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=7&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/02/bruschetta-aka-shrimp-onion-bruschetta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoshitika.files.wordpress.com/2008/05/bruschetta.gif?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">BRUSCHETTA A.K.A Shrimp &#38; Onion Bruschetta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>siomay&#8230;</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/02/siomay/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/02/siomay/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 04:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoshitika.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Bahan siomay :   300 g daging ikan tenggiri, cincang halus 50 g tepung kanji (atau secukupnya sampai adonan dirasa udah pekat nempel) 100 ml air kaldu (saya pakainya kaldu dari tulang ikan tenggiri) 1 sdm minyak wijen 1 butir telur ayam, kocok lepas 1 batang daun bawang merica, garam, gula secukupnya Bahan saus kacang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=9&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Bahan siomay</span></strong> :</p>
<p> </p>
<p><img src="http://yoshitika.wordpress.com/media/img_1178947174.gif" alt="Siomay Asli Rasa Ikan Tenggiri" width="181" height="39" /><br />
300 g daging ikan tenggiri, cincang halus</p>
<p>50 g tepung kanji (atau secukupnya sampai adonan dirasa udah pekat nempel)</p>
<p>100 ml air kaldu (saya pakainya kaldu dari tulang ikan tenggiri)</p>
<p>1 sdm minyak wijen</p>
<p>1 butir telur ayam, kocok lepas</p>
<p>1 batang daun bawang</p>
<p>merica, garam, gula secukupnya</p>
<p>Bahan saus kacang :</p>
<p>300 g kacang tanah sangrai</p>
<p>4 bh bawang putih</p>
<p>cabai merah secukupnya (kira-kira cabe merah besar 5 buah dibuang bijinya, cabe merah keriting 4 buah. Atau sesukanya deh selera pedasnya.)</p>
<p>2 sdm gula pasir</p>
<p>2 sdm garam</p>
<p>air matang secukupnya</p>
<p>Bahan pelengkap :</p>
<p>Kol, dibuang ya tulangnya yang tebel dan keras</p>
<p>Tahu putih</p>
<p>Pare</p>
<p>Kentang</p>
<p>Telor ayam rebus</p>
<p>Jeruk limau</p>
<p>Kecap</p>
<p>Saus sambal</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Cara membuat</span></strong> :</p>
<p>1. Pare dibuang bijinya. Potong-potong silinder kira-kira tinggi 6 cm yang bolong atas bawahnya. Kentang dipotong juga dikira-kira deh.</p>
<p>Potong tahu jadi segitiga kira-kira masing-masing sisi 6 cm, lalu kerok salah satu sisinya. Kerukan tahunya ini diancurin, lalu campur jadi satu dengan bahan siomay. Nah, pokoknya bahan siomay dirasa-rasa udah cukup pekat nempel atau belum.</p>
<p>2. Nah, adonan siomay ini terus dimasukkin ke bagian tahu yang dikeruk, masukkin juga ke dalam pare, nah sisanya dibulet-buletin pake sendok terus direbus di air mendidih sampai matang. Tandanya udah matang, buletan ini akan mengapung di air.</p>
<p>3. Kukus kol, kentang, pare, tahu sampai matang. Jangan lupa jaring-jaring dandangnya dialasi plastik tahan panas supaya yang dikukus tidak nempel di jaring-jaring dandang.</p>
<p>4 Nah, sekarang bikin saus kacangnya yuk. Kacang diulek sampai halus, sisihkan. Goreng cabai dan bawang putih sampai layu lalu haluskan bersama gula dan garam. Campur dengan kacang halus. Tambahkan air secukupnya, pokoknya sampai kental atau encer sesuai selera.</p>
<p>5. Hidangkan deh siomay, kol, tahu, kentang, pare, dan telor. Tambahin kecap sama perasan jeruk limau. Dan saus sambal kalo kurang pedas (maklumlah orang indonesia, keringat juga rasanya pedas, hehe). Huiiihhh&#8230;&#8230;&#8230;..dijamin rasanya bener-bener rasa ikan tenggiri. Gak kayak yang di abang-abang. Entah rasa tepung atau daging. Sukur-sukur daging ikan tenggiri, rasa-rasanya sih daging tikus atau cicak atau malah kucing. Huweekkkk&#8230;.sumpah bo’, gua merinding. Hiiyyy. Pokoknya resep siomay ini dijamin enak! Selamat mencoba.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoshitika.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoshitika.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=9&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/05/02/siomay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoshitika.wordpress.com/media/img_1178947174.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Siomay Asli Rasa Ikan Tenggiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://yoshitika.wordpress.com/2008/04/28/hello-world/</link>
		<comments>http://yoshitika.wordpress.com/2008/04/28/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 09:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshitika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=1&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yoshitika.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yoshitika.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoshitika.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoshitika.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoshitika.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoshitika.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoshitika.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoshitika.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoshitika.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoshitika.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoshitika.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoshitika.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoshitika.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoshitika.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoshitika.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoshitika.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoshitika.wordpress.com&amp;blog=3596587&amp;post=1&amp;subd=yoshitika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoshitika.wordpress.com/2008/04/28/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9d7e0f7cb6e33708d27a83f83f173d7b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoshitika</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
